Di Indonesia penyakit-penyakit penting yang ditularkan oleh nyamuk ,antara lain : malaria (vektor utama sekurang-kurangnya 10 jenis Anopheles sp ), demam berdarah ,dengue dan chikungunya (vektor utama Aedes aegypti ,vektor potensia Aedes albopictus ); filariasis atau penyakit kaki gajah (vektornya Mansonia sp ,Culex sp, dapat pula dari jenis Aedes dan Anopheles sp); penyakit radang otak Japanese Encephalitis (vektor utamanya beberapa jenis culex sp ). Karena keragaman bioekologi dan geografis di Indonesia maka vektor penular penyakit yang berasal dari nyamuk ini sangat banyak dan berbeda-beda dari suatu wilayah dengan wilayah lainnya .
Penyakit yang dapat ditularkan oelh lalat antara lain : Disentri , cholera , dan atau diare dan demam typhoid .
Penyakit -penyakit tropik ini sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB atau wabah) yang menelan banyak korban kematian . Vektor dan penularan penyakit ini biasanya sangat berhubungan erat dengan perubahan iklim ,buruknya sanitasi lingkungan termasuk kurangnya penyediaan air bersih serta perilaku hidup yang kurang hygienis .
Untuk menigkatkan derajad kesehatan masyarakat di Indonesia ,khususnya upaya penanggulangan penyakit yang ditularkan binatang (vektor) sebagaimana tersebut diatas , selain dilakukan dengan cara pengobatan atau tata laksana penderita ,maka kegiatan strategis yang banyak dilakukan adalah dengan melakukan pengendalian vektor dengan berbagai cara inovatif ,baik menggunakan bahan kimiawi maupun non kimiawi . Agar pengendalian vektor (nyamuk dan lalat ) dapat efektif dan efisien diperlakukan persyaratan ketepatan prosedur dan pemilihan metode pengendaliannya yang didasari dengan pemahaman biologi vektor nyamuk dan lalat sebagai sasaran tembaknya .
Oleh karena itu surveillance (pengamatan) vector untuk mengetahui aspek-aspek biologi meliputi antar lain : jenis vektor dan biokimianya , kepadatan populasi serta penyebarannya menjadi suatu keharusan bagi penyelenggara pengendalian hama nyamuk atau lalat .
BIOLOGI TATA KEHIDUPAN NYAMUK
- Dalam kehidupannya ,nyamuk selalu memerlukan 3 macam tempat , yaitu : (1) Tempat berkembang biak (breeding places ) , (2) Tempat untuk mendapatkan umpan darah (feeding places ) ,dan (3) Tempat ubntuk istirahat ( resting area ) .
- Nyamuk culex dapat berkembang biak disembarang tempat air ,seperti kita amati sehari-hari di sekolah ,kolam ,berbagai genangan air buangan permanen atau tidak permanen ,bahkan genangan air yang sangat kotorpun banyak ditemukan jentik nyamuk ini .
- Nyamuk Aedes aegypti penular demam berdarah umumnya hanya senang berkembangbiak di tempat-tempat genangan /penampungan air yang airnya cukup bersih dan tidak langsung berhubungan dengan tanah .
- Nyamuk Mansonia dan Coquilitida senang dikolam , rawa-rawa ,danau yang banyak tanaman airnya . Nyamuk mansonia meletakkan terlurnya pada permukaan daun tanaman air ,dan jentiknya menempel pada akar-akar tanaman air untuk mendapatkan oksigen dari akar-akar tersebut guna kebutuhan pernafasan .
- Nyamuk Anopheles kesengan untuk memilih breeding places sangat bervariasi .Tipe breeding places yang disenangi Anopheles untuk berkembangbiak bermacam-macam tergantung spesies Anopheles yang bersangkutan .Secara garis besar macam-macam breeding place Anopheles antara lain dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Berdasarkan kadar garam airnya ,dibedakan atas :
- Air payau : yaitu campuran air tawar dengan air laut . Breeding places air payau dapat berupa tambak-tambak ikan di pantai ,muara sungai yang sedang menutup (lagoon)Cotohnya : Anopheles sundaicus , Subpictus ,An Vagus .
- Air tawar . Breeding places air tawar masih dapat dibedakan lagi bermacam-macam tipe (persawahan, pegunungan ,rawa ,sungai ,dll. ) Kebanyakan nyamuk Anopheles senang berkembangbiak di air tawar .