
Blog ini kami dedikasikan kepada seluruh rakyat Indonesia yang peduli dengan Kesehatan lingkungan . Juga kami dedikasikan kepada para klien kami yang telah mempercayai kami sebagai Perusahaan Pengendali Hama yang Berdedikasi dan Berintegritas terhadap lingkungan .
Selasa, 16 Juni 2015
Senin, 15 Juni 2015
Integrated Pest Management
Pengendalian secara terpadu pada serangga meliputi serangga terbang ( lalat ,nyamuk dll ) dan serangga merayap (kecoa,semut,kutu ,laba-laba,dll) .
Adapun Pengendalian hama tersebut meliputi :
- Fogging (Pengasapan ) dengan alat mesin fogging ,sasaran jenis pekerjaan ini yaitu untuk mengendalikan populasi nyamuk ,lalat dan serangga terbang lainya ,metode ini hanya digunakan untuk diluar ruangan
- Residual Spraying ( Penyemprotan ) dengan alat hand spray , sasarn jenis pekerkjaan ini yaitu untuk mengendalikan populasi semut dan kecoa baik didalam maupun diluar ruangan
- Misting (Pengkabutan) dengan alat ULV . Pekerjaan ini untuk mengendalikan populasi nyamuk ,lalat dan serangga terbang lainya di dalam ruangan
- Baiting (Pengumpanan ) adalah suatu tindakan untuk melakukan peletakan umpan berupa rodentisida untuk mengendalikan tikus di area dalam gedung dan plafon
- Gelling ( Pengumpanan Kecoa) adalah suatu tindakan pengumpanan berupa gell untuk mengendalikan kecoa ditemapat-tempat yang sensitive terhadap chemical
Jl. Kuningan Barat No .26
Mampang Prapatan
Telp- 96364994/082227204915
e-mail : metrokarimah@gmail.com
metrokarimah.blogspot.com
CALL NOW....
Minggu, 14 Juni 2015
PEMBASMI TIKUS TERBAIK ,TERKENDALI SAMPAI TUNTAS
Tikus " Hewan Pengerat " yang Merugikan
Apa yang terbesit dalam pikiran anda ketika mendengar kata "Tikus " ? Yuupps...So pasti adalah kotor , jijik , perusak , dan pengganggu . Tidak heran jika banyak orang yang merasa risih akan keberadaan hewan pengerat ini . Tikus merupakan salah satu rodent pengganggu ,baik di rumah ,pertokoan ,perkantoran ,saran pendidikan hingga perusahaan . Simak dengan cermat hal-hal berikut ini yang perlu Anda ketahui seputar tikus .Apa saja yang perlu diketahui tentang tikus ?
Tikus mmepunyai indra penglihatan yang kurang baik dan yang pasti tikus buta warna , tetapi indra pendengaran ,perasa dan pennciumanya sangat tajam . Untuk berjalan dan berlari tikus menggunakan kumis dan bulunya . Tikus melakukan aktifitas di malam hari ( noctural) dan mempunyai sifat "jera umpan " . Tikus juga suka menjilati tubuhnya sendiri untuk membersihkan (grooming) . Tikus merupakan binatang yang sangat cerdik ,banyak akal untuk mendapatkan makananya namun selalu curiga terhadap lingkungan maupun bau manusia .
Mengapa Tikus di Sebut Binatang Pengerat ?
Disebut " Binatang pengerat " karena tikus memiliki kebiasaan mengerat . Tikus mempunyai 4 gigi taring yang sangat tajam yang bisa tumbuh sampai dengan 15 cm dan bila dibiarkan akan patah dan berakibat kematian secara tidak langsung . Maka secara alami tikus akan selalu mengerat atau mengasah giginya pada setiap barang yang dijumpainya seperti kayu , pipa ,plastik , kabel listrik ,kabel telepon dan sebagainya .
Mengapa Populasi Tikus Selalu Meningakat ?
Tikus adalah hewan yang berkembang-biakanya sangat cepat . Mereka bisa hidup antara 3-4 tahun . Pada umumnya 1,5-5 bulan tikus siap kawin . Seekor tikus betina bisa beranak antara 6-8 ekor dan yang hidup bisa 5-6 ekor . Masa kehamilan tikus berkisar 21 hari dan dalam 1 tahun bisa sampai 4 kali melahirkan . Jika populasi tikus tidak dikendalikan ,apa yang akan terjadi ? Saya yakin pasti Anda bisa memprediksi seberapa banyak populasi tikus dalam setahun .
Mengapa di Sebut Hewan Merugikan ?
Kerugian yang ditimbulakan akibat ulah tikus ,dari masalah kesehatan , estetika hingga kerugian material . Bentuk kerugian tersebut diantaranya menyebabkan penyakit tertentu ( terutama pes dan leptosirosis ), mengubah bau dan rasa barang yang diserang , mengurangi kwalitas barang , menyebabkan kontaminasi ( urine, kotoran , bulu ,dan bangkai ),serta merusak wadah ,instalasi , properti ,dan komponen bangunan .
Bagaimana Cara Pengendaliannya ?
Pengendalian tikus pada dasarnya adalah upaya menekan tingkat populasi tikus pada tingkat serendah mungkin melalui berbagai cara . Secara umum terdapat tiga cara pengendalian yaitu :
- Metode Biologi : Pengendalian ? Pembasmi Tikus secara biologi adalah dengan memelihara predator alamiah pemangsa tikus . Predator pemangsa tikus yang paling umum dan lazim adalah tikus .
- Metode Mekanik : Metode mekanik merupakan metode penangkapan tikus yang cukup sering dan umum digunakan dalam pengendalian tikus ,misalnya dengan trapping , penjepit tikus ,dan lain-lain .
- Metode Kimia : Metode dengan menggunakan rodentisida ( peracunan tikus ) . Rodentisida adalah rodentisida antikoagulan dan mempunyai sifat :
- Tidak berbau dan tidak berasa
- Slow acting yaitu membunuh tikus secara perlahan-lahan ,tikus baru mati setelah memakan bebrapa kali
- Tidak menyebabkan tikus jera umpan
- Mematika tikus dengan merusak mekanisme pembekuan darah untuk memastikan tikus mati diperlukan 4-7 hari , dengan dosis 0.005 % dan dengan pemasangan umpan yang tidak menimbulkan kecurigaan dan pencemaran lingkungan serta relatif aman terhadap hewan bukan sasaran dan aman bagi manusia .
Jumat, 12 Juni 2015
PENANGANAN PEMBASMIAN RAYAP


Dalam proses penanganan pembasmian rayap,kami menggunakan metode sesuai standar
Dep.PU .SK.SNI.03-2405-2000 yaitu sebagai berikut :
PRA KONSTRUKSI (SOIL TREATMENT)
Dalam penanganan pembasmi rayap pra konstruksi ,kami menerapkan 3 tahap yaitu :
- Penyemprotan galian pondasi ,dilakukan pada tempat-tempat berikut :
- Dasar galian pondasi
- Dinding galian pondasi
- Tanah urug yang digunakan untuk mengurug pondasi
Pada lantai bangunan ,dilakukan penyemprotan pada tempat-tempat berikut :
- Lantai tanah sebelum pemasangan lantai kerja dan setelah dilakukan pemadatan tenah
- Lantai diluar bangunan dengan jarak minimal 1 meter dari bangunan
- Penyemprotan kusen-kusen yang terbuat dari kayu
- Penyemprotan plafon yang terbuat dari kayu
- Penyemprotan rangka
PASKA KONSTRUKSI
Dalam penanganan pembasmian rayap pada pasca konstruksi ( bangunan yang sudah jadi ) kami menggunakan metode sesuai dengan standar Dep. PU.SK .SNI.032405-2000 yaitu sebagai berikut :
- Soil Treatment
- Pengenboran di pinggiran pondasi luar dalam bangunan dengan jarak antar luang lobang bor adalah 30-40 cm . Jarak antara lubang bor 10-15 cm . Sedang untuk kedalaman bor adalah 30-40 cm guna melakukan injeksi .
- Perlakuan injeksi dengan larutan pestisida anti rayap dengan volume 2,5-3 liter larutan per lubang lantai
- Penutupan lobang bor menggunakan bahan ynag warnanya sama dengan warna lantai bekas bor
- Pembersihan bekas-bekas pekerjaan anti rayap
- Pengeboran pada sisi-sisi kusen pintu dan jendela yang terbuat dari kayu dengan kedalaman sampai menembus dinding tembok di balik kusen
- Perlakuan injeksi dengan larutan pestisida anti rayap dengan volume 2,5-3 liter larutan per lubang kayu
- Penutupan Lubang bor menggunakan bahan yang warnanya disesuaikan dengan warna kayu /kusen
- Penyemprotan larutan pestisida pada seluruh bahan bangunan yang terbuat dari kayu seperti palfon , rangka atap dan yang lainya
- Pembersih bekas-bekas pekerjaan anti rayap
Baiting System Technology
Teknologi pengumapanan sentricon ini digunakan untuk perlakukan anti rayap baik pra konstruksi maupun pasca konstruksi . Kami memberikan perlakuan pengumpanan guna merawat bangunan anda dari anti rayap .
Garansi / Jaminan Kerja
Dengan menggunakan metode kombinasi di atas , kami memberikan GARANSI /Jaminan kerja sesuai dengan Dep. PU. SK.SNI .03-2405-2000. Adapaun detail penjelasan mengenai garansi dan jaminan kerja yang kami berikan silahkan hubungi melaui e-mail di metrokarimah@gmail.com atau telp. 96364994 .
PENANGANAN PEMBASMI TIKUS
Dalam melakukan pembasmian tikus , kami menggunakan metode sebagai berikut :
- Intensive Treatment
- Perlakuan menggunakan bahan aktif golongan acute dengan diversifikasi umpan yang disesuaikan dengan jenis tikus atau barang yang dimakan / dirusak . Memakan waktu 3 s/d 7 hari berupa pemasangan umpan , penempatan air minum tikus dan pemasangan glue trap . Inspeksi kemudian turut dilakukan esoknya untuk menangani tikus yang mati atau terkena glue trap .
- Meracik dan menggunakan umpan berbahan aktif golongan antikoagulan yang diformulasi dengan bahan umpan sesuai dengan masing-masing jenis tikus . Tujuanya untuk melindungi tikus jera umpan sehingga satu kelompok ( koloni ) tikus akan mati dan mengantisipasi kemungkinan masuknya kembali hama tikus baru dari luar .
Langganan:
Postingan (Atom)









