Selasa, 09 Juni 2015

HEWAN PENGERAT ( ORDO RODENTIA )

Ciri-ciri umum dari Ordo Rodentia : 
  1. Penyebaran hampir merata diseluruh permukaan bumi 
  2. Habitat sangat luas dan bervariasi , menempati kehidupan di bawah permukaan tanah  terestrial ,dan arboreal 
  3. Pergerakan melompat , berlari ,memanjat ,melayang dan berenang ( semi-akuatik)
  4. Memiliki ciri khusus berupa 4 gigi seri yaitu masing-masing 2 di rahang atas dan rahang bawah 
  5. Gigi taring dan geraham depan tidak ada ,sehingga meninggalkan jarak antara gigi seri dan geraham yang disebut dengan "diastema " 
  6. Gigi seri tumbuh terus sepanjang hidupnya 
  7. Permukaan bagian luar gigi lebih keras daripada permukaan bagian dalam , pemebntukan email hanya terjadi di bagian luar
  8. Geraham memiliki akar gigi dan berhenti tumbuh sampai pada ukuran yang tertentu 
  9. Lidah pendek dan memadat tidak dapat ditonjolkan keluar melewati gigi seri 
Kemampuan Indera
  1. Indera Penglihatan ("Vision ") :
  • Penglihatan tikus kurang berkembang dengan baik , tetapi mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap cahaya 
  • Tikus mempunyai kemampuan untuk mengenali bentuk benda dalam cahaya yang remang-remang . Pada jarak pandang 10 m, tikus masih dapat menengenali bentuk benda yang ada di depanya ,bahkan untuk mencit sampai jarak 15 m 
  • Tikus merupakan hewan yang buta warna ,sebagian besar warna ditangkap oleh penglihatan tikus sebagai warna kelabu . Ada kecenderungan tikus tertarik pada warna kuning dan hijau terang yang ditangkap oleh tikus sebagai warna kelabu cerah 
  • Di laboratorium , dengan cahaya merah ( inframerah ) , tikus lebih mudah dikendalikan atau ditangani 
    2 . Perilaku Makan :
  • Proses mengenali pakan yang ditemukan atau disediakan oleh manusia  ,tikus tidak langsung memakan seluruhnya . Akan tetapi mencicipi dahulu untuk melihat reaksi yang terjadi dalam tubuhnya . Jika setelah beberapa saat tidak ada reaksi yang membahayakan dirinya , maka tikus akan memakan dalm jumlah yang lebih banyak ,demikian seterusnya sampai pakan tersebut habis .
  • Pengelolaan tikus secara kimiawi dengan umpan beracun golongan racun akut perlu diberikan umpan pendahuluan ("pre-baiting") yang tidak mengandung racun . Hal ini bertujuan agar tikus sudah terbiasa dengan umpan yang diberikan sehingga pada saat diberi umpan yang mengandung racun ( akut), tikus tersebut au memakannya dalam jumlah yang cukup banyak sampai sampai pada dosis yang mematikannya ("lethal dose ") . Umpan pendahuluan tidak perlu diberikan jika jenis racun yang digunakan adalah dari golongan racun kronis atau antikoagulan yang bekerja dengan lambat 
  • Sifat curuga yang mudah curiga terhadap setiap benda yang baru ditemuinya ,termasuk pakanya ,disebut dengan ( " POISON-SHYNESS"). 
   3. Perilaku Sosial :
  • Perilaku sosial mencakup menjaga teritorial ( wilayah kekuasaan ) dan hierarki (tingkatan sosial ) . Tikus sawah mempunyai tingkat hierarki yang kurang nyata dibandingkan dengan tikus rumah , karena kehidupan sosialnya yang lebih tinggi yaitu sebagai satwa liar yang cenderung hidup berkelompok 
  • Seekor tikus jantan mempunyai kedudukan yang tinggi pada keadaan kepadatan populasi rendah sampai sedang ,baik dalam hal mempertahankan sarang ,jalur jalan , serta tikus betina yang hidup bersamnya 
  • Saat populasi meningkat  ,kompetisi sosial memaksa tikus jantan lain dengan posisi lebih rendah untuk segera keluar dari popilasi tersebut . Dengan demikian ,tikus jantan tersebut mencari areal baru dan bersama-sama dengan tikus betina lainya membentuk populasi yang baru 
  • Tikus betina yang sedang bunting tua atau sedang menyusui anaknya mempunyai perilaku yang sama dengan tikus jantan dalam mempertahankan sarangnya 
  • Perilaku tikus dalam mempertahankan wilayah kekuasaan menghasilakan penyebaran populasi sehingga ruang dan sumberdaya menjadi lebih efektif dan efisien 
  4 .Pergerakan ("Movement") :
  • Aktivitas harian tikus secara teratur bertujuan untuk  : Mencari pakan . pasangan dan orientasi  kawasan 
  • Jarak yang ditempuh relatif sama setiap harinya dan disebut dengan daya jelajah harian ("homerange"). Selama orientasi kawasan , tikus akan lebih mengenali situasi lingkungan terutama pakan yang disukainya ,sumber air , dan juga tempat perlindungan untuk menyelamatkkan diri 
  • Sifat ingin tahu dari tikus terhadap lingkungan sekitar menjadikan tikus dapat mengenali benda-benda yang menetap dan yang baru ( asing ) dikenalinya ,termasuk di sini adalah umpan beracun dan perangkap yang dipasanag oleh manusia 
  • Pergerakan tikus tidaklah terlalu luas terutama bila sumber pakan di tempat tinggalnya cukup memadai . Aktifitas harian tikus mencapai jarak 30 m dan tidak pernah lebih dari 200m, saat banyak pakan . Bila pakan bagi tikus di lapang sudah tidak mencukupi , maka akan terjadi perpindahan /migrasi yang dapat mencapai jarak >700 m
  • Berdasarkan pertimbangan daya jelajah tikus  ,maka dapat diperkirakan jumlah tempat umpan yang dibutuhkan untuk satuan luas tertentu dan jarak antar satu tempat umpan dengan tempat umpan lainya 
   5. Kerugian yang Ditimbulkan :
  • Kerusakan pada bangunan rumah ,kantor , gudang ,dan pabrik ,bahkan dapat menimbulkan bahaya kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik 
  • Berkuarngnya simpanan bahan makanan di rumah atau di gudang makanan . Kerusakan yang ditimbulkan oelh tikus jauh lebih besar daripada yang dikonsumsinya ,karena perilaku makan yang sedikit dami sedikit pada beberapa bagian makanan
  • Kontaminasi pada bahan makanan oleh rambut ,feses, dan urine tikus 
  • Terbawanya beberapa patogen histolytica dan Giardia muris dari tikus ke manusia ,hewan peliharaan ,dan hewan ternak 
  • Tikus yang sudah mati menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat menghambat saluran pembuangan air
  6. Pengelolaan Tikus :
  • Dimulai dengan tindakan monitoring terhadap suara  ,jejak kaki dan ekor ,feses ,urine ,ceceran bahan makanan , kerusakan karung ,tikus hidup atau mati 
  • Sanitasi lingkungan yaitu mengelola lingkungan sehingga tidak menarik dan tidak sesuai bagi kehidupan dan perkembang biakan tikus 
  • Perubahan posisi perabot rumah tangga yang dapat mengganggu runway tikus 
  • Pemasangan penghalang atau barier mekanis dari bahan yang tidak dapat dikerat oleh tikus yang bertujuan untuk mencegah tikus memasuki bangunan
  • Pemasangan perangakap hidup atau mati ,tunggal atau ganda ,terutama pada saat populasi rendah 
  • Pemasangan perangkap berperekat ,yang lebih efektif  untuk mengelola mencit 
  • Perburuan tikus dengan bantuan alat pembunuh langsung
  • Pengusiran dengan gelombang elektromagnetik dan sinar ultraviolet 
  • Pemanfaatan musuh alami dari golongan predator maupun patagon 
  • Pengumpanan baracun dengan menggunakan racun kronis atau akut ,dalam bentuk padat atau cair ,yang kini banyak beredar di pasaran 
  • Pemanfaatan tepung beracun yang diletakkan di runway tikus ,dan sesuai dengan perilaku grooming pada tikus (menjilati badanya )
  • Fumigasi untuk gudang yang sekaligus untuk mengendaliakan serangga dan cendawan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar