Masalah Kerugian yang Ditimbulkan Rayap
Di 10 ( sepuluh ) kota besar di Jawa , 25 persen bangunan dimakan rayap dan di Jakarta saja sebanyak 78 persen nya . Bahkan artikelnya ditulis di harian Rebublika . Sebuah kejadian terjadi disalah satu Hotel berbintang empat ( **** ) di kota Bandung tahun 2000 . Seorang tamu hotel sadar ponselnya tertinggal , sang tamu hotel terburu-buru ke kamar hotel . Namun ia tidak pernah menyangka ,sebuah kehebohan baru saja diciptakan tak lama setelah ia menutup pintu kamar dengan kencang , "Bruuukkk" kamar kelas ekssekutif itu langsung berantakan dalam sekejap . Pemicunya adalah langit-langit kamar hotel ,karena guncangan tersebut ,atap kamar goyah , lantas ambruk , tepat diatas ranjangnya .
Bahkan ditahun 1984 , kecelakaan serupa terjadi di Jl. Jend. Sudirman Jakarta . Langit-langit sepanjang 16 meter dilantai 8 dan 14 sekonyong- konyong rontok . Peristiwa tersebut amat sangat mungkin ( kata Prof.HM.Surjono Surjokusumo ) . Pekerjaan serangga rayap Coptotermes yang memakan kayu-kayu penyangga atap bangunan akan sangat merugikan . Dirumah rayap IPB ,Ir.Yudi menyatakan bahwa memang rayap pantas disebut bahaya laten . Berapa lama bangunan akan rontok tergantung jumlah kayu penyangga pada bangunan tersebut . Satu ekor rayap mengkonsumsi sekitar 0.03 gram selulosa kayu per-hari . Sementara satu koloni dihuni 2,6 juta rayap . ( 0.03 gram x 2.6 juta = 78.000 gram atau 78 kg per-kayu penyangga perhari ,Bayangkan ! ) Dari hasil survei laboratorium Hasil Hutan Fakultas Kehutanan IPB , menyebut bahwa di DKI Jakarta serangga rayap mencapai 73,3 persen bangunan digerogoti rayap tanah saja ( belum termasuk rayap kayu kering ). Rayap memang menyerang tanpa pandang bulu . Dari bangunan SD Inpres hingga gedung pencakar langit : Dr. Surjono menemukan puluhan koloni rayap Coptotermes Curvignatus menggerogoti hingga lantai 35 sebuah apartemen elite di Jakarta : Serangga rayap juga menjadi alasan mengapa ratusan sekolah di Indonesia ambruk .
Rayap Perusak Arsip ,Buku dan Dokumen
Setiap bangunan rumah , gedung perkantoran , rumah sakit , musium arsip , bahkan gedung bertingkat tingggi dll , pasti memiliki lemari , filling ,cabinet dan jenis lain tempat penyimpanan arsip , buku dan dokumen . Benda-benda tadi tidak terlepas dari serangga -serangga rayap . Semua itu dimungkinkan karena benda-benda tersebut , sebagian besar tersebut dari kertas atau bahan yang mengandung selulosa yang merupakan sumber makanan utama dari rayap .
Kerugian Investasi
Siapapun juga mereka , pasti sebagai manusia membutuhkan tempat tinggal ( perumahan) ,maupun membutuhkan tempat kerja ( bangunan ) yang sangat besar investasi ditanamkan . Pada masa lalu , investasi dibidang perumahan sangat membutuhkan waktu yang panjang . Mereka harus berani berniat memiliki rumah tinggal . Mereka harus menyisihkan pendapatanya untuk membelu rumah dan sangat membutuhkan waktu yang panjang . Investasi yang ditanamkan dengan niat , kemampuan dan jangka panjang . Setiap rumah tinggal perlu investasi yang tak terhitung nilainya ,. Investasi tersebut juga sasaran serangga -serangga RAYAP . Pada saat ini sistem kredit kepemilikan rumah ( KPR ) ,artinya rumah dapat segera dimiliki dengan waktu yang cepat ,tetapi pembayaran jangka panjang . Investasi dengan menyisihkan pendapatanya untuk masa depan . 15 atau 20 tahun kedepan . Bayangkan rumah yang dibeli dengan mempertaruhkan uang masa depan , bahkan belum lunas , sudah diserang oleh RAYAP . Berapa kerugian yang akan ditanggung untuk merenovasi /investasi baru ?
Demikian juga bangunan gedung modern bertingkat tinggi , dengan cara berinvestasi penyertaan saham , obligasi konversi atau partisipasi terbatas ( bagi hasil ) , sangat membutuhkan nilai yang sangat besar . Kita juga dengan sepintas dapat memperkirakan berapa kerugian investasi yang ditanggung akibat RAYAP .
Objek Serangan Rayap
Setiap bangunan membutuhkan bahan baku kayu yang mengandung selulosa , misalnya kusen jendela ,kusen pintu ,itu merupakan jalan masuk rayap . Setiap manusia ,dalam berinvestasi tidak mau mengalami kerugian . Kerugian dapat dengan mudah dihitung berapa milyar bahkan triliyun rupiah akibat serangan RAYAP diseluruh Indonesia . Waspada dan kenali RAYAP .Coptotermes Curvignatus atau dikenal dengan nama rayap tanah ,merupakan jenis RAYAP yang paling berbahaya karena daya rusaknya . Mereka hidup berkoloni dangan membentuk sarang dibawah permukaan tanah . Makanan utama mereka berupa bahan yang mengandung selulosa yakni kayu . Rayap dapat menembus celah-celah sempit pada setiap bangunan . Jalan yang dilalui oleh RAYAP tersebut adalah areal sekitar pondasi , lantai retak , pipa atau saluran air , serta komponen lain didaerah kelembaban yang sempit dekat dengan kelembaban tanah .
Didalam usus RAYAP tersebut protoza yang tidak diturunkan dari induknya . Bayi -bayi RAYAP mendapatkan protozoa dan makanan oleh RAYAP pekerja . Dalam beberapa waktu saja , bayi-bayi RAYAP .tersebut telah mampu mengkonsumsi kayu untuk memenuhi kebutuhannya akan energi . Oleh karena itu harus WASPADA terhadap serangga -serangga RAYAP SAAT INI .JANGAN LENGAH .
Di Indonesia beberapa jenis tanah yang paling berbahaya adalah ,dari kelompok genus Coptotermis , sedangkan di negara lain . seperti Amerika dari 45 jenis rayap hanya 2 ( dua ) diantaranya berperan sebagai hama utama yaitu Reficulitermes Hesperus dan beberapa RAYAP ringan yaitu Coptotermes Fomosamus .Dari beberapa jenis RAYAP tersebut RAYAP tanah Coptotermes merupakan jenis perkotaan . RAYAP ini membentuk koloni dalam jumlah yang besar dan memiliki wilayah yang luas .
BAHAYA RAYAP
a. Serangan RAYAP ini perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan bangunan (pra knstruksi )
bahkan perlu dipertahankan sesudahnya dengan cara terus menerus sampai pemakaian gedung dan
pemeliharaan ruangan ( paska kontruksi )
b. Kelemahan yang ada pada saat proses pembangunan dan pemeliharaannya ,hal ini terjadi karena kedatangan/digunakannya bahan bangunan beserta zat ikutanya yang tidak diharapkan
c. Akibat rendahnya mutu pengawetan kayu . luka kayu ,pengeboran dan masukan material kedalam bangunan alam masa pemakaian yang di duga membawa masuknya RAYAP
d. Tidak dimasuknya data standar perencanaan bangunan ( pra konstruksi )
e. Lemahnya pengawasan , terutama pada kesadaran akan timbulnya RAYAP
f. Adanya struktur bangunan yang lembab ,gelap seperti adanya pipa air bersih /kotor ,berada dalam kabel listrik atau telepon , bahkan kadang bangunan bawah tanah yang tidak terselesaikannya
dengan baik
g. Tidak diupayakan pemasangan hambatan (barrier) disebuah permukaan tanah ,juga didalam ruangan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar