Jumat, 12 Juni 2015

PENANGANAN PEMBASMIAN RAYAP













   




Dalam proses penanganan pembasmian rayap,kami menggunakan metode sesuai standar
   Dep.PU .SK.SNI.03-2405-2000 yaitu sebagai berikut :

PRA KONSTRUKSI (SOIL TREATMENT) 
 Dalam penanganan pembasmi rayap pra konstruksi  ,kami menerapkan 3 tahap yaitu :
  1. Penyemprotan galian pondasi ,dilakukan pada tempat-tempat berikut : 
  • Dasar galian pondasi 
  • Dinding galian pondasi 
  • Tanah urug yang digunakan untuk mengurug pondasi 
     2. Penyemprotan Lantai Kerja 
         Pada lantai bangunan  ,dilakukan penyemprotan pada tempat-tempat berikut :
  •  Lantai tanah sebelum pemasangan lantai kerja dan setelah dilakukan pemadatan tenah 
  • Lantai diluar bangunan dengan jarak minimal 1 meter dari bangunan 
    3. Penyemprotan bahan-bahan bangunan dari kayu
  •  Penyemprotan kusen-kusen yang terbuat dari kayu 
  • Penyemprotan plafon yang terbuat dari kayu 
  • Penyemprotan rangka 
Melalui tiga tahap spraying ini  ,kami memberikan rintangan kimia ( chemical barrier ) dengan tujuan untuk melindungi bangunan dari rayap dengan penghalang kimia pada permukaan tanah sehingga mencegah rayap memasuki lapisan tanah . 

PASKA KONSTRUKSI 
Dalam penanganan pembasmian rayap pada pasca konstruksi ( bangunan yang sudah jadi ) kami menggunakan metode sesuai dengan standar Dep. PU.SK .SNI.032405-2000 yaitu sebagai berikut : 
  1. Soil Treatment 
  • Pengenboran di  pinggiran pondasi luar dalam bangunan dengan jarak antar luang lobang bor adalah 30-40 cm . Jarak antara lubang bor 10-15 cm . Sedang untuk kedalaman bor adalah 30-40 cm guna melakukan injeksi .
  • Perlakuan injeksi dengan larutan pestisida anti rayap dengan volume 2,5-3 liter larutan per lubang lantai 
  • Penutupan lobang bor menggunakan bahan ynag warnanya sama dengan warna lantai bekas bor 
  • Pembersihan bekas-bekas pekerjaan anti rayap 
    2. Wood Treatment  
  • Pengeboran pada sisi-sisi kusen pintu dan jendela yang terbuat dari kayu dengan kedalaman sampai menembus dinding tembok di balik kusen 
  • Perlakuan  injeksi  dengan larutan pestisida anti rayap dengan volume 2,5-3 liter larutan per lubang kayu 
  • Penutupan Lubang bor menggunakan bahan yang warnanya disesuaikan dengan warna kayu /kusen 
  • Penyemprotan larutan pestisida pada seluruh bahan bangunan yang terbuat dari kayu seperti palfon , rangka atap dan yang lainya 
  • Pembersih bekas-bekas pekerjaan anti rayap 
Perlakuan Soil Treatment dan Wood Treatment bertujuan untuk mengisolasi bangunan dari koloni rayap yang berada di bawah bangunan sehingga menyebabkan rayap tidak dapat memakan kayu-kayu sehingga rayap mati kelaparan sampai ke ratu dan koloninya .

Baiting System Technology 
Teknologi pengumapanan sentricon ini digunakan untuk perlakukan anti rayap baik pra konstruksi maupun pasca konstruksi . Kami memberikan perlakuan pengumpanan guna merawat bangunan anda dari anti rayap .
 Garansi  / Jaminan Kerja 
Dengan menggunakan metode kombinasi di atas , kami memberikan GARANSI    /Jaminan  kerja sesuai dengan Dep. PU. SK.SNI .03-2405-2000. Adapaun detail penjelasan mengenai garansi dan jaminan kerja yang kami berikan silahkan hubungi melaui e-mail di metrokarimah@gmail.com atau telp. 96364994 . 

PENANGANAN PEMBASMI TIKUS


Dalam melakukan pembasmian tikus  , kami menggunakan metode sebagai berikut :

  1.  Intensive Treatment 
  • Perlakuan menggunakan bahan aktif golongan acute dengan diversifikasi umpan yang disesuaikan dengan jenis tikus atau barang yang dimakan / dirusak . Memakan waktu 3 s/d 7 hari berupa pemasangan umpan , penempatan air minum tikus dan pemasangan glue trap . Inspeksi kemudian turut dilakukan esoknya untuk menangani tikus yang mati atau terkena glue trap . 
     2. Maintenance  Treatment
  • Meracik dan menggunakan umpan berbahan aktif golongan antikoagulan yang diformulasi dengan bahan umpan sesuai dengan masing-masing jenis tikus . Tujuanya untuk melindungi tikus jera umpan sehingga satu kelompok ( koloni ) tikus akan mati dan mengantisipasi kemungkinan masuknya kembali hama tikus baru dari luar . 



Rabu, 10 Juni 2015

SOLUSI UNTUK MEMBASMI RAYAP PALING JITU

Rayap adalah merupakan serangga berukuran kecil yang mana hidup di dalam kelompok sosial dengan sistem kasta yang berkembang secara sempurna . Dalam kehidupan Biosfer , Rayap merupakan bagian dari komponen lingkungan Biotik yang memainkan peranan penting . Rayap membantu manusia menjaga keseimbangan alam dengan cara menghancurkan bahan -bahan yang mengandung selulosa , diantaranya kayu ,dan mengembalikannya sebagai harta kedalam tanah . Namun perubahan kondisi habitat alami rayap karena aktifitas manusia mengubah status rayap menjadi serangga hama yang menyerang tanaman ,kayu serta bangunan gedung . Kerugian ekonomis akibat serangan rayap pada bangunan pemukiman diperkirakan mencapai 2,6 Triliyun Rupiah . Jumlah tersebut belum termasuk kerusakan gedung pemerintah ,fasilitas sosial dan lain -lain . Bukan hanya rayap yang mengganggu kehidupan manusia  ,tikus ,kecoa ,lalat, nyamuk ,dll..Pun menjadi momok yang menakutkan selain jorok ,hama pun pembawa penyakit yang cukup mematikan ,seperti malaria yang dibawa  nyamuk , herpes yang dibawa tikus ,diare yang dibawa kecoa ,dll. Oleh karena itu dengan semangat keinginanan untuk berperan serta membantu pemerintah dalam menjaga kebersihan serta kesehatan Rakyat Indonesia .Oleh  karena itu Perusahaan PT.Metro Karimah berdiri yang berbasis di bidang Jasa Pengendalian Hama agar dapat meminimalisir dampak dari serangan hama perusak . Harapan kami ,PT. Metro Karimah bisa menjadi mitra anda dalam meraih kesuksesan , karena untuk urusan hama Kami adalah Pakarnya ,sebab kami peduli dan akan bekerja dengan sepenuh hati . Produk atau Jasa andalan Kami adalah Jasa Anti Rayap ( Termite Control Services) . Anti Rayap adalah suatu tindakan pemutusan distribusi dan kordinasi dari kasta pekerja ( worker) dengan ratunya ( queen ) yang di dalam tanah . Treatment anti rayap adalah aplikasi rintangan kimia dengan Termisida Ramah Lingkungan yang memiliki ketahanan bertahun-tahun di dalam tanah sekaligus mengawetkan kayu /bahan yang berselulosa . Metode Aplikasi pengeboran pada kedua sisi pondasi diameter 0,5-0,8 cm dengan jarak 30-40 cm antar titik . Kemudian disuntikan larutan Termisida . Selesai pekerjaan lubang injeksi dan parit di tutup kembali dengan bahan sejenis sehingga rapih kembali ( dijamin seperti semula ). Injeksi dan spraying merata pada seluruh komponen kayu ,rangka atap ,plafon dan kusen seluruh bangunan dan bahan -bahan yang mengandung selulosa .
Bila terjadi reinfestasi rayap maka akan dilakukan Treatment ulang di area tersebut . Untuk survey dan konsultasi GRATIS . Biaya Pekerjaan tergantung dengan luas area yang di treatment saat survey . Cukup hanya dengan menelpon ke . 96364994 . E-mail : metrokarimah@gmail.com atau bisa kunjungi blog kami di metrokarimah.blogspot.com  ,maka pelayanan ini bisa segera anda dapatkan .
Tunggu Apalagi  , Selamatkan Properti Anda Sekarang Juga Sebelum Terlambat !!


Selasa, 09 Juni 2015

HEWAN PENGERAT ( ORDO RODENTIA )

Ciri-ciri umum dari Ordo Rodentia : 
  1. Penyebaran hampir merata diseluruh permukaan bumi 
  2. Habitat sangat luas dan bervariasi , menempati kehidupan di bawah permukaan tanah  terestrial ,dan arboreal 
  3. Pergerakan melompat , berlari ,memanjat ,melayang dan berenang ( semi-akuatik)
  4. Memiliki ciri khusus berupa 4 gigi seri yaitu masing-masing 2 di rahang atas dan rahang bawah 
  5. Gigi taring dan geraham depan tidak ada ,sehingga meninggalkan jarak antara gigi seri dan geraham yang disebut dengan "diastema " 
  6. Gigi seri tumbuh terus sepanjang hidupnya 
  7. Permukaan bagian luar gigi lebih keras daripada permukaan bagian dalam , pemebntukan email hanya terjadi di bagian luar
  8. Geraham memiliki akar gigi dan berhenti tumbuh sampai pada ukuran yang tertentu 
  9. Lidah pendek dan memadat tidak dapat ditonjolkan keluar melewati gigi seri 
Kemampuan Indera
  1. Indera Penglihatan ("Vision ") :
  • Penglihatan tikus kurang berkembang dengan baik , tetapi mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap cahaya 
  • Tikus mempunyai kemampuan untuk mengenali bentuk benda dalam cahaya yang remang-remang . Pada jarak pandang 10 m, tikus masih dapat menengenali bentuk benda yang ada di depanya ,bahkan untuk mencit sampai jarak 15 m 
  • Tikus merupakan hewan yang buta warna ,sebagian besar warna ditangkap oleh penglihatan tikus sebagai warna kelabu . Ada kecenderungan tikus tertarik pada warna kuning dan hijau terang yang ditangkap oleh tikus sebagai warna kelabu cerah 
  • Di laboratorium , dengan cahaya merah ( inframerah ) , tikus lebih mudah dikendalikan atau ditangani 
    2 . Perilaku Makan :
  • Proses mengenali pakan yang ditemukan atau disediakan oleh manusia  ,tikus tidak langsung memakan seluruhnya . Akan tetapi mencicipi dahulu untuk melihat reaksi yang terjadi dalam tubuhnya . Jika setelah beberapa saat tidak ada reaksi yang membahayakan dirinya , maka tikus akan memakan dalm jumlah yang lebih banyak ,demikian seterusnya sampai pakan tersebut habis .
  • Pengelolaan tikus secara kimiawi dengan umpan beracun golongan racun akut perlu diberikan umpan pendahuluan ("pre-baiting") yang tidak mengandung racun . Hal ini bertujuan agar tikus sudah terbiasa dengan umpan yang diberikan sehingga pada saat diberi umpan yang mengandung racun ( akut), tikus tersebut au memakannya dalam jumlah yang cukup banyak sampai sampai pada dosis yang mematikannya ("lethal dose ") . Umpan pendahuluan tidak perlu diberikan jika jenis racun yang digunakan adalah dari golongan racun kronis atau antikoagulan yang bekerja dengan lambat 
  • Sifat curuga yang mudah curiga terhadap setiap benda yang baru ditemuinya ,termasuk pakanya ,disebut dengan ( " POISON-SHYNESS"). 
   3. Perilaku Sosial :
  • Perilaku sosial mencakup menjaga teritorial ( wilayah kekuasaan ) dan hierarki (tingkatan sosial ) . Tikus sawah mempunyai tingkat hierarki yang kurang nyata dibandingkan dengan tikus rumah , karena kehidupan sosialnya yang lebih tinggi yaitu sebagai satwa liar yang cenderung hidup berkelompok 
  • Seekor tikus jantan mempunyai kedudukan yang tinggi pada keadaan kepadatan populasi rendah sampai sedang ,baik dalam hal mempertahankan sarang ,jalur jalan , serta tikus betina yang hidup bersamnya 
  • Saat populasi meningkat  ,kompetisi sosial memaksa tikus jantan lain dengan posisi lebih rendah untuk segera keluar dari popilasi tersebut . Dengan demikian ,tikus jantan tersebut mencari areal baru dan bersama-sama dengan tikus betina lainya membentuk populasi yang baru 
  • Tikus betina yang sedang bunting tua atau sedang menyusui anaknya mempunyai perilaku yang sama dengan tikus jantan dalam mempertahankan sarangnya 
  • Perilaku tikus dalam mempertahankan wilayah kekuasaan menghasilakan penyebaran populasi sehingga ruang dan sumberdaya menjadi lebih efektif dan efisien 
  4 .Pergerakan ("Movement") :
  • Aktivitas harian tikus secara teratur bertujuan untuk  : Mencari pakan . pasangan dan orientasi  kawasan 
  • Jarak yang ditempuh relatif sama setiap harinya dan disebut dengan daya jelajah harian ("homerange"). Selama orientasi kawasan , tikus akan lebih mengenali situasi lingkungan terutama pakan yang disukainya ,sumber air , dan juga tempat perlindungan untuk menyelamatkkan diri 
  • Sifat ingin tahu dari tikus terhadap lingkungan sekitar menjadikan tikus dapat mengenali benda-benda yang menetap dan yang baru ( asing ) dikenalinya ,termasuk di sini adalah umpan beracun dan perangkap yang dipasanag oleh manusia 
  • Pergerakan tikus tidaklah terlalu luas terutama bila sumber pakan di tempat tinggalnya cukup memadai . Aktifitas harian tikus mencapai jarak 30 m dan tidak pernah lebih dari 200m, saat banyak pakan . Bila pakan bagi tikus di lapang sudah tidak mencukupi , maka akan terjadi perpindahan /migrasi yang dapat mencapai jarak >700 m
  • Berdasarkan pertimbangan daya jelajah tikus  ,maka dapat diperkirakan jumlah tempat umpan yang dibutuhkan untuk satuan luas tertentu dan jarak antar satu tempat umpan dengan tempat umpan lainya 
   5. Kerugian yang Ditimbulkan :
  • Kerusakan pada bangunan rumah ,kantor , gudang ,dan pabrik ,bahkan dapat menimbulkan bahaya kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik 
  • Berkuarngnya simpanan bahan makanan di rumah atau di gudang makanan . Kerusakan yang ditimbulkan oelh tikus jauh lebih besar daripada yang dikonsumsinya ,karena perilaku makan yang sedikit dami sedikit pada beberapa bagian makanan
  • Kontaminasi pada bahan makanan oleh rambut ,feses, dan urine tikus 
  • Terbawanya beberapa patogen histolytica dan Giardia muris dari tikus ke manusia ,hewan peliharaan ,dan hewan ternak 
  • Tikus yang sudah mati menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat menghambat saluran pembuangan air
  6. Pengelolaan Tikus :
  • Dimulai dengan tindakan monitoring terhadap suara  ,jejak kaki dan ekor ,feses ,urine ,ceceran bahan makanan , kerusakan karung ,tikus hidup atau mati 
  • Sanitasi lingkungan yaitu mengelola lingkungan sehingga tidak menarik dan tidak sesuai bagi kehidupan dan perkembang biakan tikus 
  • Perubahan posisi perabot rumah tangga yang dapat mengganggu runway tikus 
  • Pemasangan penghalang atau barier mekanis dari bahan yang tidak dapat dikerat oleh tikus yang bertujuan untuk mencegah tikus memasuki bangunan
  • Pemasangan perangakap hidup atau mati ,tunggal atau ganda ,terutama pada saat populasi rendah 
  • Pemasangan perangkap berperekat ,yang lebih efektif  untuk mengelola mencit 
  • Perburuan tikus dengan bantuan alat pembunuh langsung
  • Pengusiran dengan gelombang elektromagnetik dan sinar ultraviolet 
  • Pemanfaatan musuh alami dari golongan predator maupun patagon 
  • Pengumpanan baracun dengan menggunakan racun kronis atau akut ,dalam bentuk padat atau cair ,yang kini banyak beredar di pasaran 
  • Pemanfaatan tepung beracun yang diletakkan di runway tikus ,dan sesuai dengan perilaku grooming pada tikus (menjilati badanya )
  • Fumigasi untuk gudang yang sekaligus untuk mengendaliakan serangga dan cendawan 

Minggu, 07 Juni 2015

RAYAP DAN PENGENDALIANYA

Masalah  Kerugian yang Ditimbulkan Rayap

Di 10 ( sepuluh ) kota besar di  Jawa  , 25 persen bangunan dimakan rayap dan di Jakarta saja sebanyak 78 persen nya . Bahkan artikelnya  ditulis di harian Rebublika . Sebuah kejadian terjadi disalah satu Hotel berbintang empat ( **** ) di kota Bandung tahun 2000 . Seorang tamu hotel sadar ponselnya tertinggal  , sang tamu hotel terburu-buru ke kamar hotel . Namun ia tidak pernah menyangka  ,sebuah  kehebohan baru saja diciptakan tak lama setelah ia menutup pintu kamar dengan kencang , "Bruuukkk" kamar kelas ekssekutif itu langsung berantakan dalam sekejap . Pemicunya adalah langit-langit kamar hotel  ,karena guncangan tersebut ,atap kamar goyah , lantas ambruk , tepat diatas ranjangnya .
Bahkan ditahun 1984 , kecelakaan serupa terjadi di Jl. Jend. Sudirman Jakarta . Langit-langit sepanjang 16 meter dilantai 8 dan 14 sekonyong- konyong rontok . Peristiwa tersebut amat sangat mungkin  ( kata Prof.HM.Surjono Surjokusumo ) . Pekerjaan serangga rayap Coptotermes yang memakan kayu-kayu penyangga atap bangunan akan sangat merugikan . Dirumah rayap IPB ,Ir.Yudi menyatakan bahwa memang rayap pantas disebut bahaya laten . Berapa lama bangunan akan rontok tergantung jumlah kayu penyangga pada bangunan tersebut . Satu ekor rayap mengkonsumsi sekitar 0.03 gram selulosa kayu per-hari . Sementara satu koloni dihuni 2,6 juta rayap . ( 0.03 gram x 2.6 juta = 78.000 gram atau 78 kg per-kayu penyangga perhari ,Bayangkan ! ) Dari hasil survei laboratorium Hasil Hutan Fakultas Kehutanan IPB , menyebut bahwa di DKI Jakarta serangga rayap mencapai 73,3 persen bangunan digerogoti rayap tanah saja ( belum termasuk rayap kayu kering ). Rayap memang menyerang tanpa pandang bulu . Dari bangunan SD Inpres hingga gedung pencakar langit : Dr. Surjono menemukan puluhan koloni rayap Coptotermes Curvignatus menggerogoti hingga lantai 35 sebuah apartemen elite di Jakarta : Serangga rayap juga menjadi alasan mengapa ratusan sekolah di Indonesia ambruk .
Rayap Perusak Arsip ,Buku dan Dokumen
Setiap bangunan rumah , gedung perkantoran , rumah sakit , musium arsip , bahkan gedung bertingkat tingggi dll , pasti memiliki lemari , filling ,cabinet dan jenis lain tempat penyimpanan arsip , buku dan dokumen . Benda-benda tadi tidak terlepas dari serangga -serangga rayap . Semua itu dimungkinkan karena benda-benda tersebut , sebagian besar tersebut dari kertas atau bahan yang mengandung selulosa yang merupakan sumber makanan utama dari rayap .
Kerugian Investasi
Siapapun juga mereka , pasti sebagai manusia membutuhkan tempat tinggal ( perumahan) ,maupun membutuhkan tempat kerja ( bangunan ) yang sangat besar investasi ditanamkan . Pada masa lalu , investasi dibidang perumahan sangat membutuhkan waktu yang panjang . Mereka harus berani berniat memiliki rumah tinggal . Mereka harus menyisihkan pendapatanya untuk membelu rumah dan sangat membutuhkan waktu yang panjang . Investasi yang ditanamkan dengan niat , kemampuan dan jangka panjang . Setiap rumah tinggal perlu investasi yang tak terhitung nilainya ,. Investasi tersebut juga sasaran serangga -serangga RAYAP . Pada saat ini sistem kredit kepemilikan rumah ( KPR ) ,artinya rumah dapat segera dimiliki dengan waktu yang cepat ,tetapi pembayaran jangka panjang . Investasi dengan menyisihkan pendapatanya untuk masa depan . 15 atau 20 tahun kedepan . Bayangkan rumah yang dibeli dengan mempertaruhkan uang masa depan , bahkan belum lunas , sudah diserang oleh RAYAP . Berapa kerugian yang akan ditanggung untuk merenovasi /investasi baru ?
Demikian juga bangunan gedung modern bertingkat tinggi , dengan cara berinvestasi penyertaan saham , obligasi konversi atau partisipasi terbatas ( bagi hasil ) , sangat membutuhkan nilai yang sangat besar . Kita juga dengan sepintas dapat memperkirakan berapa kerugian investasi yang ditanggung akibat RAYAP .
Objek Serangan Rayap
Setiap bangunan membutuhkan bahan baku kayu yang mengandung selulosa , misalnya kusen jendela ,kusen pintu ,itu merupakan jalan masuk rayap . Setiap manusia ,dalam berinvestasi tidak mau mengalami kerugian . Kerugian dapat dengan mudah dihitung berapa milyar bahkan triliyun rupiah akibat serangan RAYAP diseluruh Indonesia . Waspada dan kenali RAYAP .Coptotermes Curvignatus atau dikenal dengan nama rayap tanah ,merupakan jenis RAYAP yang paling berbahaya karena daya rusaknya . Mereka hidup berkoloni dangan membentuk sarang dibawah permukaan tanah . Makanan utama mereka berupa bahan yang mengandung selulosa yakni kayu . Rayap dapat menembus celah-celah sempit pada setiap bangunan . Jalan yang dilalui oleh RAYAP tersebut adalah areal sekitar pondasi , lantai retak , pipa atau saluran air , serta komponen lain didaerah kelembaban yang sempit dekat dengan kelembaban tanah .
Didalam usus RAYAP tersebut protoza yang tidak diturunkan dari induknya . Bayi -bayi RAYAP mendapatkan protozoa dan makanan oleh RAYAP pekerja . Dalam beberapa waktu saja , bayi-bayi RAYAP .tersebut telah mampu mengkonsumsi kayu untuk memenuhi kebutuhannya akan energi . Oleh karena itu harus WASPADA terhadap serangga -serangga RAYAP SAAT INI .JANGAN LENGAH .
Di Indonesia beberapa jenis tanah yang paling berbahaya adalah ,dari kelompok genus Coptotermis , sedangkan di negara lain . seperti Amerika dari 45 jenis rayap hanya 2 ( dua ) diantaranya berperan sebagai hama utama yaitu Reficulitermes Hesperus dan beberapa RAYAP ringan yaitu Coptotermes Fomosamus .Dari beberapa jenis RAYAP tersebut RAYAP tanah Coptotermes merupakan jenis perkotaan . RAYAP ini membentuk koloni dalam jumlah yang besar dan memiliki wilayah yang luas .
BAHAYA RAYAP 
a.         Serangan RAYAP ini perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan bangunan (pra knstruksi ) 
           bahkan    perlu dipertahankan sesudahnya dengan cara terus menerus sampai pemakaian gedung dan
           pemeliharaan ruangan ( paska kontruksi )              
b.        Kelemahan yang ada pada saat proses pembangunan dan pemeliharaannya ,hal ini terjadi karena              kedatangan/digunakannya bahan bangunan beserta zat ikutanya yang tidak diharapkan
c.        Akibat rendahnya mutu pengawetan kayu . luka kayu ,pengeboran dan masukan material kedalam                 bangunan alam masa pemakaian yang di duga membawa masuknya RAYAP
d.         Tidak dimasuknya data standar perencanaan bangunan ( pra konstruksi )
e.         Lemahnya pengawasan , terutama pada kesadaran akan timbulnya RAYAP
f.        Adanya struktur bangunan yang lembab ,gelap seperti adanya pipa air bersih /kotor ,berada dalam                 kabel listrik atau telepon , bahkan kadang bangunan bawah tanah yang tidak terselesaikannya
          dengan baik
g.        Tidak diupayakan pemasangan hambatan (barrier) disebuah permukaan tanah ,juga didalam ruangan .


Mengapa Rayap Semakin Merajalela ?

Pembangunan fisik berupa gedung dan perumahan mempengaruhi keseimbangan ekosistem yang diantaranya mempengaruhi jumlah makanan hama dilingkungan yang sudah dibangun . Akiba selanjutnya hama tersebut mencari makanan baru dengan memangsa kayu ( kusen , perabot , dan sebagainya ) , memakan makanan penghuni rumah / gedung bahkan menggigit manusia . 
Hama pengganggu yang paling lazim dijumpai adalah rayap ( termite ) . yang apabila tidak ditanggulangi akan menyebabkan kerugian yang sangat besar baik materil , kesehatan dan psikis  ( ketenangan kerja dan kenyamanan ). 
Menurut penelitian LIPI pada tahun 1995 , kerugian yang ditimbulkan  oleh hama rayap pada bangunan perumahan di indonesia mencapai Rp. 1,67 triliyun pertahun . Bahkan pada tahun 2005 diperkirakan mencapai Rp. 224 triliyun sampai Rp. 238 triliyun . 
Setiap jenis hama memerlukan tehnik pengendalian dan prosedur yang berbeda . PT.Metro Karimah adalah perusahaan yang telag berpengalaman dalam melakukan pengendalian hama yang didukung tenaga ahli yang bersertifikat ( diterbitkan oleh ASPPHAMI dan DINKES DKI Jakarta ) dan didukung penuh oleh distributor chemical bertaraf internasional serta menggunakan alat-alat kerja yang berstandar internasional . 

PT. Metro Karimah sendiri mempunyai Visi dan Misi sebagai berikut : 
1. Visi Metro Karimah ingin menjadi Perusahaan Pengendalian Hama  yang terbaik , kompeten , profesional ,dedikatif dan berintegritas . 
2. Misi Metro Karimaah adalah : 
  • Memebrikan informasi dan edukasi pagi  calon pelanggan  ,tentang produk perusahaan dengan cara-cara yang komunikatif dan bermartabat .
  • Melayani pelanggan secara profesional , berdasarkan pelayanan yang baku , mengutamakan keselamatan dan kualitas serta harga yang layak bersaing .
  • Memberikan kontribusi terhadap ketahanan gedung , lingkungan yang , lestari , bersih dan hijau .
  • Memberikan kesejahteraan dan masa depan bagi karyawan , manajemen dan pemegang saham secara proporsional .